Apa itu DNS?

DNS (Domain Name System) merupakan suatu sistim database yang berisi informasi tentang nama host atau nama domain.

Nama host atau Hostname adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi komputer. Karena sifatnya yang unik, maka dalam satu jaringan tidak boleh ada 2 atau lebih hostname yang sama. Jika terjadi penamaan yang sama, maka sistem akan memberitahukan bahwa telah terjadi duplikasi nama. Tapi jika komputer tidak saling terkoneksi ke jaringan memberikan nama komputer yang sama tidak masalah.

Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer. Nama domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai IP address. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya “wikipedia.org”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website.

Informasi lebih lengkap bisa di baca di http://id.wikipedia.org/wiki/DNS atau http://sdn.vlsm.org/share/ServerLinux/node88.html

Alat dan Bahan :

  1. PC dengan SO CentOS 4.4 Server
  2. Paket aplikasi (dapat di cari lewat rpm.pbone.com)
    • bind-9.2.4-28.el4.i386.rpm
    • bind-utils-9.2.4-28.el4.i386.rpm
    • bind-libs-9.2.4-28.el4.i386.rpm
    • bind-chroot-9.2.4-28.el4.i386.rpm
    • bind-devel-9.2.4-28.el4.i386.rpm
    • caching-nameserver-7.3-3.noarch.rpm

Langkah-Langkah :

1. Pastikan IP telah terkonfigurasikan, aktifkan network dengan perintah

# /etc/init.d/network restart

2. Konfigurasikan bind dengan perintah

# vi /etc/named.conf

Carilah baris yang mengandung paragraph

zone “localhost” IN {

type master;

file “localhost.zone”;

allow-update { none; };

};

Tambahkan dibawahnya 2 paragraph zona sebagai berikut,

zone “namasiswa.smk” IN {

type master;

file “namasiswa.zone”;

allow-update { none; };

};

zone “1.168.192.in-addr.arpa” IN {

type master;

file “xx.zone”;

allow-update { none; };

};

Catatan : namasiswa.smk merupakan nama domain yang akan dibuat

Ip address adalah 192.186.1.xx

3. Aktifkan bind dengan perintah

# /etc/init.d/named restart

Pastikan semuanya [ OK ]. Apabila salah satu ada yang [ FAILED ] maka ulangi perintah tersebut sekali lagi. Apabila masih ada yang [ FAILED ] maka periksa kembali file konfigurasi /etc/named.conf, pastikan sudah terisi dengan benar.

4. Buat file zona /var/named/namasiswa.smk yang berisi informasi tentang anggota domain namasiswa.smk dengan cara,

# cp /var/named/localhost.zone /var/named/namasiswa.smk.zone

# vi /var/named/namasiswa.smk.zone

Sehingga muncul tampilan awal

$TTL 86400

@ IN SOA @ root (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS @

IN A 127.0.0.1

IN A AAA…

Ubah isi file tersebut menjadi

$TTL 86400

@ IN SOA namasiswa.smk. root namasiswa.smk. (

42 ; serial (d. adams)

3H ; refresh

15M ; retry

1W ; expiry

1D ) ; minimum

IN NS namasiswa.smk.
IN A 192.168.1.xx

5. Buat file zona reverse /var/named/xx.zona. Diperlukan untuk mengubah dari alamat IP menjadi nama domain.

# cp /var/named/named.local /var/named/xx.zone

# vi /var/named/xx.zone

Sehingga muncul tampilan awal

$TTL 86400

@ IN SOA localhost. root.localhost. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS localhost.

1 IN PTR localhost.

Ubah isi file tersebut menjadi

$TTL 86400

@ IN SOA namasiswa.smk. root. namasiswa.smk. (

1997022700 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS namasiswa.smk.

xx IN PTR namasiswa.smk.

6. Dah selesai…. Konfigurasi Inti. Langkah berikut kadang tidak sampai selesai tergantung distro dan sikon pas install (udah acak2 atau masih murni). Tapi kalo bisa tetep dilakukan secara bertahap. Kalo pas pemeriksaan dah muncul pesan NOERROR maka bisa disudahi. Kalo belum ya dikerjakan sampai selesai. OK!!!

a. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

b. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

c. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/host.conf

# vi /etc/host.conf

Tampilan Awal

Order hosts, bind

Ubah menjadi

Order bind

Atau

Order bind, hosts

c. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

d. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

e. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/hosts

# vi /etc/hosts

Tampilan Awal

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost

kolom 1, merupakan IP Address (127.0.0.1)

Kolom 2, merupakan Hostname (localhost.localdomain)

Kolom 3, merupakan Alias (localhost)

Ubah menjadi

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost

192.168.1.xx server.namasiswa.smk server

f. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

g. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

h. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan konfigurasi pada /etc/resolv.conf

# vi /etc/resolv.conf

Ubah menjadi

search namasiswa.smk

nameserver 192.168.1.xx

i. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

j. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

k. Apabila muncul pesan SERVAIL pada kolom status, lakukan proses me-link-kan file zona dari /var/named ke /var/named/chroot/var/named

# ln /var/named/namasiswa.smk.zone /var/named/chroot/var/named

# ln /var/named/xx.zone /var/named/chroot/var/named

l. Aktifkan network (langkah 1) dan bind (langkah 3)

m. Lakukan pemeriksaan

# dig namasiswa.smk

n. Pasti berhasil dengan munculnya pesan NOERROR pada kolom status. Jika tidak berhasil lihat pada log message.

# tail -10 /var/log/messages

o. Masih belum berhasil juga….. kirim comment kesini aja.
p. Bagaimana melanjutkan ke web, ftp, mail dll….??? Tunggu dulu ya… masih lagi cari mood yang tepat.

Irwan Sujatmiko @ SMK Darut Taqwa Purwosari


Comments



8 Comments so far

  1.    Kris on May 13, 2008 13:50

    Tutorial yang menarik bro, keep blogging !

  2.    Imam Suhadi on May 13, 2008 14:30

    Terimakasih sudah berkunjung ke rumah saya. Salam buat Argy, semoga Argy menjadi anak yang membahagiakan kedua orangtuanya. @Bandung.

  3.    iermiko on May 13, 2008 22:40

    To Mas Kris: Sama2,
    To Mas Imam: Amin2, makasih doanya. Semoga keluarga mas juga selalu sehat

  4.    Mircea on October 29, 2008 13:07

    Thanks for writing this.

  5.    taufik on July 3, 2009 11:00

    makasih mas info nya..

    saya copas boleh…ya

  6.    Konfigurasi Dns ‘ Centos’ « SangPenjaga on July 3, 2009 11:02

    [...] Ditulis oleh taufik di/pada 03/07/2009 di sunting dari web  http://iermiko.blogdetik.com/2008/05/12/centos-44-server-konfigurasi-dns [...]

  7.    KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA on August 18, 2009 04:06

    DNS - Domain Name System. Merupakan layanan di Internet untuk jaringan yang menggunakan TCP/IP.
    Layanan ini digunakan untuk mengidentifikasi sebuah komputer dengan nama bukan dengan menggunakan
    alamat IP (IP address). Singkatnya DNS melakukan konversi dari nama ke angka. DNS dilakukan secara
    desentralisasi, dimana setiap daerah atau tingkat organisasi memiliki domain sendiri. Suatu sistem database yang
    mengizinkan aplikasi TCP/IP menterjemahkan nama host ke dalam satu IP address. DNS (Domain Name Service)
    merupakan servis di Internet untuk network yang menggunakan TCP/IP.

    Semoga bermanfaat.

    Salam dari kami :
    KOMUNITAS PELAJAR ILMU KOMPUTER INDONESIA

  8.    omsiro on October 15, 2009 18:09

    setting yang lain mana ???
    tambahin ya……

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind

jika anda melihat tulisan ini, aktifkan css anda